Pembatalan Perjanjian Sepihak Merupakan Perbuatan Melawan Hukum

Gambar oleh Steve Buissinne dari Pixabay

AnalisaHukum.com, Jakarta – Halo NETers, perkenalkan Namaku Radit dari Cirebon ingin bertanya Bagaimana Jika Seorang Kontraktor membatalkan perjanjian secara sepihak dan mengikbatkan kerugian terhadap saya. Apakah pembatalan perjanjian sepihak merupakan ingkar janji (wanprestasi) atau perbuatan melawan hukum

Secara Hukum Perjanjian yang dibuat oleh dua pihak atau lebih menjadi Undang-Undang bagi kedua belah pihak, hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 1338 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang berbunyi:[1]

Pasal 1338

  • Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya.

Maskud kata “berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya ini” berarti perjanjian ini mengikat para pihak sehingga harus memenuhi janji-janjinya sebagaimana yang tertuang dalam perjanjian.

Jika Kontraktor B membatalkan perjanjian secara sepihak ini telah bertentangan dengan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Pasal 1338 ayat (2);[2]

Pasal 1338

  • Suatu perjanjian tidak bia ditarik kembali selain dengan sepakat kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang oleh undang-undang dinyatakan cukup untuk itu .

Bagaimana jika Seorang Kontraktor membatalkan Perjanjian secara sepihak dan tidak melaksanakan perjanjian. Tindakan Kontraktor B yang telah membatalkan perjanjian secara sepihak dan membuat pekerjaan proyek menjadi terhenti yang mengakibatkan kerugian terhadap anda adalah Perbuatan Melawan Hukum, maka anda dapat mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang berbunyi:[3]

Pasal 1365

Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.

Selain itu Ada beberapa Yurisprudensi Mahkamah Agung yang menyatakan pemutusan perjanjian secara sepihak termasuk perbuatan melawan hukum. Beberapa Yurisprudensi dan Putusan Mahkamah Agung  sebagai berikut:

  • Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 4/Yur/Pdt/2018, menyatakan:[4]

“pemutusan perjanjian secara sepihak termasuk dalam perbuatan melawan hukum”

  • Putusan Mahkamah Agung No. 1051 K/Pdt/2014 tanggal 12 November 2014, menyatakan:[5]

“Bahwa perbuatan Tergugat/Pemohon Kasasi yang telah membatalkan perjanjian yang dibuatnya dengan Penggugat/Termohon Kasasi secara sepihak tersebut dikualifisir sebagai perbuatan melawan hukum karena bertentangan dengan Pasal 1338 KUHPerdata, yaitu perjanjian tidak dapat ditarik kembali selain denga kesepakatan kedua belah pihak.”

  • Putusan Mahkamah Agung No. 580 PK/Pdt/2015 tanggal 17 Februari 2016, menyatakan:[6]

“Bahwa penghentian Perjanjian Kerjasama secara sepihak tersebut merupakan perbuatan melawan hukum, oleh karena itu Tergugat harus membayar kerugian yang dialami Penggugat;”

Bila anda ingin berkonsultasi lebih lanjut terkait Gugatan Wanprestasi, Gugatan Perbuatan Melawan Hukum atau mengenai Kasus Perdata dan/atau ingin mendapatkan analisa hukum terkait persoalan hukum yang anda hadapi, segera hubungi kami NET Attorney di kontak Whatsapp 0811-1501-235 atau email: halo@analisahukum.com serta follow akun instagram @netattorney untuk mendapatkan informasi menarik.


[1] Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Pasal 1338 ayat (1);

[2] Ibid, Pasal 1338 ayat (2);

[3] Ibid, Pasal 1365;

[4] Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 4/Yur/Pdt/2018

[5] Putusan Mahkamah Agung No. 1051 K/Pdt/2014 tanggal 12 November 2014

[6] Putusan Mahkamah Agung No. 580 PK/Pdt/2015 tanggal 17 Februari 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu